Perusahaan Singapura yang Memulai Bisnis di Indonesia Bisa Dapat Subsidi Pemerintah hingga 70%

Catatan: Data kebijakan dalam artikel ini bersumber dari website Enterprise Singapore (EnterpriseSG) dan pengumuman Budget 2026, dan informasinya berlaku per April 2026. Ketentuan kebijakan grant dapat berubah sewaktu-waktu; disarankan untuk merujuk pada pengumuman resmi terbaru sebelum mengajukan permohonan.

Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa. Pasar konsumennya terus berkembang, dan ini menarik perhatian banyak usaha kecil dan menengah (UKM) dari Singapura yang ingin memulai bisnis di Indonesia sebagai investor asing dalam beberapa tahun terakhir.

Tapi masuk ke pasar baru memang butuh biaya yang tidak sedikit, mulai dari riset pasar, pengurusan izin, sampai proses pendirian bisnis.

Yang banyak perusahaan Singapura belum tahu adalah: pemerintah Singapura punya program subsidi khusus untuk mendukung ekspansi ke luar negeri, dan hingga 70% dari biaya untuk mendirikan perusahaan di Indonesia bagi investor asing bisa disubsidi.

Apa Nama Programnya?

Program ini adalah Market Readiness Assistance Grant (MRA) yang dikelola oleh Enterprise Singapore.

Logikanya sederhana: pemerintah Singapura ingin mendorong bisnis lokal untuk go global, jadi mereka bersedia menanggung sebagian biaya masuk ke pasar baru seperti Indonesia.

Berdasarkan penyesuaian terbaru dalam anggaran fiskal 2026, rasio pendanaan MRA naik dari 50% menjadi 70% mulai 1 April 2026. Setiap perusahaan bisa mengajukan maksimal S$100.000 (sekitar Rp 1,1 miliar) untuk setiap pasar baru yang dimasuki.

Bisa Digunakan untuk Apa Saja?

Dana MRA dibagi ke dalam tiga kategori, masing-masing untuk kegiatan ekspansi yang berbeda saat memulai bisnis di Indonesia:

1. Promosi Pasar di Luar Negeri (maks. S$20.000): Ikut pameran atau business trip di Indonesia, pasang iklan digital, atau terjemahkan materi pemasaran untuk pasar Indonesia.

2. Pengembangan dan Ekspansi Bisnis (maks. S$50.000): Riset pasar, analisis kelayakan, business matching (mencari distributor dan mitra lokal), serta menyewa konsultan yang membantu proses mendirikan perusahaan di Indonesia bagi investor asing.

3. Registrasi dan Pendirian Bisnis (maks. S$30.000): Biaya kepatuhan untuk mengurus izin usaha, mendaftarkan perusahaan, dan menyewa kantor di Indonesia.

Ketiga kategori ini tepat sasaran karena memang itulah pengeluaran yang paling sering dihadapi perusahaan Singapura saat pertama kali masuk ke Indonesia.

Siapa yang Bisa Daftar? Apa Syaratnya?

MRA hanya bisa diajukan oleh perusahaan yang memenuhi kriteria berikut (Sumber: website EnterpriseSG):

  • Badan usaha yang terdaftar dan beroperasi di Singapura
  • Minimal 30% saham dipegang oleh warga negara atau Permanent Resident (PR) Singapura (berdasarkan ultimate beneficial owner)
  • Termasuk kategori UKM: omzet grup tidak melebihi S$100 juta, atau jumlah karyawan grup tidak lebih dari 200 orang
  • Pasar yang benar-benar baru: penjualan tahunan perusahaan di Indonesia tidak pernah melebihi S$100.000 dalam tiga tahun terakhir

Kalau perusahaanmu sepenuhnya dimiliki asing dan tidak ada warga negara atau PR Singapura yang memegang minimal 30% saham, maka kamu tidak bisa mengajukan grant ini.

Kenapa Sekarang Waktu yang Tepat bagi Investor Asing untuk Memulai Bisnis di Indonesia?

Selain soal subsidi, ada beberapa faktor struktural di pasar Indonesia yang juga layak diperhatikan investor asing:

Indonesia adalah salah satu mitra dagang terbesar Singapura, dan kedua negara memiliki perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty) yang komprehensif. Ini secara signifikan mengurangi tarif withholding tax untuk pembayaran lintas batas seperti dividen dan bunga.

Selain itu, Indonesia menawarkan pembebasan pajak penghasilan badan hingga 20 tahun untuk industri pionir seperti manufaktur, energi baru, dan infrastruktur digital. Kebijakan ini sudah diperpanjang hingga 2026.

Artinya, biaya awal bagi investor asing untuk mendirikan perusahaan di Indonesia bisa diringankan lewat subsidi pemerintah Singapura, dan setelah masuk, ada ruang yang jelas untuk merancang struktur pajak yang lebih efisien. Kombinasi keduanya menjadi jalur yang nyata dan layak dipertimbangkan bagi perusahaan Singapura yang ingin ekspansi ke Indonesia.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mendaftar

Pengajuan MRA dilakukan secara online melalui Business Grants Portal milik pemerintah Singapura, dengan login menggunakan CorpPass. Ada beberapa hal penting yang perlu diingat:

  • Daftar sebelum proyek dimulai. Pengajuan tidak bisa dilakukan secara retroaktif untuk kegiatan yang sudah dibayar atau dikontrak
  • Satu pengajuan untuk satu event dan satu pasar. Indonesia dan pasar lain harus diajukan secara terpisah
  • Proses persetujuan sekitar 8–12 minggu. Untuk itu, rencanakan jauh-jauh hari

Satu hal menarik: MRA bisa dikombinasikan dengan grant EDG (Enterprise Development Grant). EDG digunakan untuk membangun kapasitas internal atau riset strategi masuk pasar, sementara MRA menutup biaya promosi dan implementasi di Indonesia. Keduanya tidak saling bertabrakan.

Selain itu, EnterpriseSG juga mengumumkan akan meluncurkan platform grant terintegrasi baru bernama EDGE di paruh kedua 2026, yang akan menyatukan EDG, MRA, dan PSG dalam satu sistem. Saluran pengajuan yang ada sekarang tetap terbuka sampai platform baru resmi diluncurkan.

Rencanakan Strategi Masuk Pasar Indonesia secara Matang

Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk membawa bisnis ke pasar Indonesia, subsidi pemerintah hingga 70% dengan nilai maksimal S$100.000 ini adalah peluang kebijakan nyata yang layak masuk ke dalam pertimbangan sejak tahap perencanaan.

Syarat utamanya adalah perusahaan harus terdaftar dan beroperasi di Singapura dengan kepemilikan saham lokal yang memenuhi syarat. Kalau struktur perusahaan saat ini belum memenuhi persyaratan, bukan berarti jalannya tertutup. Penyesuaian struktur kepemilikan saham, atau apakah perlu mendirikan entitas baru yang memenuhi syarat di Singapura, adalah hal-hal yang bisa direncanakan sejak awal sebelum eksekusi resmi dimulai.

Kalau kamu ingin tahu apakah perusahaanmu memenuhi syarat, atau butuh bantuan merancang strategi memulai bisnis di Indonesia bagi investor asing secara menyeluruh, jangan ragu untuk hubungi kami.

Bagikan ke: